Demam Tari Bollywood

Saking gandrungnya dengan gerakan tari India itu, banyak pemuda yang pergi ke kursus tari seperti di Bollywood West di Denver.

Sekolah tari Bollywood West di Denver dibuka tahun 2006 sebagai kursus tari pertama di Colorado yang fokus pada tarian Bollywood. Empat kali seminggu studio tari yang punya dua cabang itu dipenuhi peserta antusias.

Karena jumlah peserta mendadak membludak, bulan depan latihan akan dipindah ke studio yang lebih besar. Bukan hanya tari India saja yang dapat dipelajari di Bollywood West.

Mulanya Kansal ragu mengajar tari India di Denver. "Saya tidak yakin apakah semua berjalan seperti yang saya harapkan. Namun, belum satu bulan, saya harus membuka kelas kedua. Ini benar-benar sebuah kejutan."

Sebuah organisasi nirlaba yang aktif mempromosikan gaya hidup sehat, American Council on Exercise, mengatakan tarian etnik seperti salsa, tarian perut, dan tarian Bollywood, digemari banyak orang.

Menurut Jessica Matthews, salah seorang koordinator di American Council on Exercise. Kelas-kelas tari semacam ini menarik orang yang tidak suka berolah raga dengan latihan konvensional seperti berlari di treadmill.

Tina Striegel, perempuan 45 tahun yang mengikuti kursus tari di Bollywood West di Denver mengatakan, dirinya ingin mencoba sesuatu yang beda. Dia juga mengaku suka filmnya. “Saya jatuh cinta dengan film Bollywood. Termasuk 'Slumdog Millionaire',” kata perempuan yang berprofesi sebagai akuntan itu menjajal tarian.

Striegel hanya satu dari puluhan perempuan yang kena demam tari India di Denver, Colorado, Amerika Serikat (AS). Penggemar produk Bollywood itu menginginkan agar tarian tradisional India dikombinasikan dengan gerakan hip-hop sebagai alternatif olah tubuh.

Bersama belasan perempuan lain, Striegel menggerakkan pinggul. Satu tangan didekatkan ke mulut seolah hendak meneriakkan nama kekasih. Sementara satu kaki diangkat sembari melompat dalam satu garis. Sang pelatih, Renu Kansal mengingatkan peserta agar tidak lupa melambaikan tangan perlahan.

Layaknya film Bollywood, para peserta kursus mencoba menceritakan sepenggal kisah cinta mereka. Sesuatu yang tak biasa. Tiap minggu malam, para peserta kursus juga beramai-ramai menonton film Bollywood.

Mereka juga menghadiri festival budaya India dan mempelajari tarian tradisional India yang biasa diperagakan pada momen-momen khusus seperti pernikahan atau temu keluarga.

"Saya sudah belajar semua jenis tari, tarian modern, salsa, swing. Tapi tidak ada yang sangat membuat saya tertarik seperti ini. Saya suka budaya India, orang-orangnya, dan masakannya," kata salah seorang peserta kursus, Claire Polsky, seperti dikutip Associated Press, pekan lalu. gir

Sumber: Surabaya Post, Jumat, 27 Februari 2009

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda