Partikel Tuhan Akhirnya Diakui

Gambar ilustrasi dari CERN ini menunjukkan jejak pecahan proton yang saling ditabrakan dalam LHC dalam usaha para fisikawan dunia untuk mencari partikel Higgs (sumber: AFP)


Partikel baru yang ditemukan oleh para ilmuwan Eropa tahun lalu akhirnya dikonfirmasi sebagai Higgs boson - partikel yang memberi bobot pada benda - dalam sebuah konfrensi ilmiah tahunan Rencontres de Moriond di Italia Kamis (14/3).

Sebelumnya pada 4 Juli 2012 para fisikawan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sebuah partikel dasar baru yang bobotnya kira-kira 126 kali bobot proton. Mereka 99 persen yakin jika partikel itu adalah Higgs boson yang juga disebut partikel tuhan.

Tetapi dua eksperimen di CMS dan ATLAS - dua laboratorium eksperimental pendeteksi partikel di Large Hadron Collider (HCL), Swiss - tidak menghasilkan data yang cukup untuk membuktikan bahwa partikel itu adalah Higgs boson.

Kini, setelah para ilmuwan kembali mengumpulkan data yang jumlahnya dua setengah kali lebih banyak dari dalam LHC - mesin penumbuk atom raksasa yang dibangun oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) - mereka akhirnya yakin bahwa partikel itu adalah Higgs Boson.

Untuk memastikan bahwa itu adalah partikel Higgs, para fisikawan mengumpulkan berton-ton data yang menunjukan sifat kuantun dari partikel itu dan bagaimana partikel itu berinteraksi dengan partikel lain.

Kini dari apa yang diketahui tentang partikel Higgs para ilmuwan mengatakan bisa meramalkan kiamat di pada masa depan. Itu dimungkinkan karena bobot partikel Higgs adalah bagian penting dalam perhitungan ruang dan waktu secara ilmiah.

Bobotnya yang setara dengan 126 kali bobot proton cukup untuk membuat alam semesta tidak stabil dan menyebabkan bencana besar pada miliaran tahun dari sekarang.

"Perhitungan ini menunjukkan bahwa puluhan miliar tahun dari sekarang akan terjadi bencana besar," kata Joseph Lykken, pakar fisika dari Fermi National Accelerator Laboratory, Batavia, Illinois, Amerika Serikat.

"Artinya bahwa alam semesta yang kita tempati ini sifatnya memang tidak stabil dan pada satu titik tertentu, yang miliaran tahun lamanya dari sekarang, semua ini akan lenyap," pungkas Lykken yang terlibat dalam eksperimen di CMS. (Live Science)

[keluar]

Sumber: Berita Satu, Kamis, 14 Maret 2013

Label: ,

1 Komentar:

Pada 14 Juni 2013 06.34 , Blogger Mark mengatakan...

kita juga punya nih artikel mengenai 'parkir', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
PARTIKEL
terima kasih

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda