Awas! Keyboard dan Gadget Picu Cedera Tangan

Minggu, 17/02/2013 | 08:29 WIB



Apakah Anda termasuk orang yang sering mengetik di kantor? Keseringan menggunakan iPad atau bermain game konsol dalam waktu yang lama?

Anda yang masuk dalam kategori di atas, hendaknya harus berhati-hati. Pasalnya, semua kegiatan tersebut jika dilakukan dalam jangka waktu lama tanpa istirahat bisa menyebabkan terjadinya cedera.

Spesialis Ortopedi RS Premier Bintaro Tangerang, Dr dr Lukman Shebubakar mengatakan seseorang aktif menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan yang sifatnya berulang seperti mengetik namun tidak dilakukan dengan benar dapat menimbulkan repetitive strain injuries (RSI).

"Hal ini mengakibatkan cedera pada jaringan otot-tulang dan syaraf karena kegiatan berulang, getaran, maupun kompresi mekanik," kata Lukman.

Umumnya, sambung Lukman, Repetitive Strain Injury (cedera regangan berulang) disebabkan oleh posisi tangan yang canggung atau tidak nyaman dalam jangka waktu yang lama.

Misalnya, posisi keyboard yang tidak sejajar, sehingga pergelangan tangan harus melengkung, menggunakan mouse dalam waktu yang sangat lama, atau menggunakan joystick konsol dan tidak pernah berisitrahat.

Lukman menjelaskan, gejala awal dari RSI hanyalah rasa nyeri ringan atau kesemutan. Sebenarnya rasa nyeri ini dikarenakan jaringan-jaringan pada tangan telah mengalami kerusakan.

"Jadi ketika kita terus melakukan gerakan tangan yang sama terus menerus tanpa membiarkannya beristirahat, jaringan di tangan, terutama jaringan ikat, akan mengalami perobekan," jelasnya.

Dan yang menjadi masalah lain, jaringan ikat ini merupakan jenis jaringan yang kemampuan pemulihannya kecil. Jadi rasa sakit yang sering muncul setelah lama menggunakan keyboard tanpa istirahat sebenarnya adalah isyarat dari tubuh bahwa dirinya sedang terluka.

Ironisnya, Lukman menegaskan,sebagian besar orang pasti akan mengabaikan rasa sakit ini dan tetap mempertahankan pola penggunaan alat yang salah. Padahal jika dilanjutkan terus menerus RSI bisa menjadi pemicu tendonitis atau sindrom lain yang terkenal, Carpal Tunnel Syndrome.

Sindrom carpal tunnel juga dapat diderita tukang kayu, pemotong daging, pemain piano, montir, dan terkadang mereka yang memiliki hobi main golf atau bersepeda.

Gejala awal dari CTS yaitu kesemutan dan mati rasa pada jari telunjuk, tengah, sebagian jari manis. "Jika sudah parah, gejalanya hingga kehilangan kekuatan tangan dan koordinasi jari, serta rasa sakit merambat sampai ke siku," kata Lukman.

Untuk mendeteksi gejala awal sindrom carpal tunnel cobalah tekuk kedua pergelangan tangan ke arah bawah dengan sudut 90 derajat ke bawah dan menempelkan kedua punggung tangan lalu menggerakkan ujung jari. Jika jari telunjuk, tengah, dan jari manis terasa kesemutan berarti Anda memiliki sindrom ini.

Beberapa obat-obatan bisa diberikan untuk meredakan gejala CTS. Namun gejala ini sebenarnya dapat dihindari dengan mempraktikkan postur dan kebiasaan yang baik pada saat bekerja. Misalnya melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang bisa dilakukan dengan cara mengetik yang benar. Menurut Lukman cara mengetik yang benar adalah seperti bermain piano, posisi pergelangan tangan harus lebih tinggi dari keyboard dan tidak boleh menjadi tumpuan.

Selanjutnya adalah sering beristirahat. Istirahatkan sebentar tangan dan bahu anda setiap mengetik atau melakukan kegiatan repetitif lainnya dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap 15 atau 20 menit sekali dan secara perlahan regangkan dan tekuk tangan dan jari perlahan-lahan.

Dan menjaga tangan agar tetap hangat. Lukman mengatakan mereka yang secara sering membiarkan tangannya dingin cenderung lebih mudah terkena sindrom carpal tunnel. Anda bisa menggunakan sarung tangan atau menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu dingin

Selain itu, Lukman menerangkan untuk menghindari menggenggam objek terlalu kuat, misalnya ketika menulis, mengemudi mobil, atau menggunakan alat yang kecil. Dan terakhir adalah membagi tugas sama rata kepada kedua tangan untuk menghindari tekanan berlebihan kepada satu tangan.

Sering dianggap sepele

Sementara itu, kebanyakan masyarakat Indonesia masih lebih mempercayai dukun patah tulang dibandingkan dengan dokter ortopedi. Hal inilah yang salah dan menyebabkan setiap orang selalu menganggap sepele jika terjadi cedera pada tangan.

"Paradigma ini yang salah dan harius segera dihapuskan. Pasalnya, dukun patah tulang tidak paham kontur tulang dan tindakan yang dilakukan justru nantinya dapat membahayaklan pasien itu sendiri," tambah Lukman.

Menurut Lukman, cedera pada tangan sebaiknya perlu diberikan perawatan serius. Pasalnya, tangan merupakan salah satu organ yang sangat kompleks dan fungsinya pun banyak.

Tangan merupakan salah satu organ yang sangat membantu kerja fisik manusia, seperti memegang, menahan, dan memanipulasi. Selain itu, tangan juga dapat berfungsi untuk membantu mengekspresikan emosi tertentu, seperti marah, sayang, bahagia, dan sebagainya."Hampir setengah area pada otak berfungsi untuk mengendalikan tangan," ujar Lukman.

Sayangnya, fungsi tangan yang sedemikian kompleks, seringkali dianggap sepele saat mengalami cedera. Penanganan sederhana seperti pemberian plester luka atau dipijat saja dianggap sudah mampu menyelesaikan masalah.

"Luka kecil pada tangan jika mengenai saraf akan fatal akibatnya. Bisa terbentuk jaringan parut, bahkan jika parah tangan atau jari yang terluka tidak dapat lagi digerakan," tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pemberian plester saja, lanjut Lukman mungkin saja tidak cukup menyelesaikan masalah. Sedangkan pemijatan pada tangan saat terkilir sangat tidak disarankan. "Pemijatan akan membuat kerusakan menyebar," ujarnya. Terlebih orang yang memijit tidak paham mengenai kontur tulang dan tindakan yang dilakukan justru nantinya berpotensi membahayakan pasien.

Apabila terkilir, Lukman menyarankan pasien untuk dibawa ke dokter ahli ortopedi. Kalau pun memang pasien belum mau dibawa ke dokter, sebenarnya ada tindakan awal yang dapat dilakukan. Jika tidak terjadi pembengkakan, maka cobalah terapi panas, yaitu dengan mengkompres dengan air panas yang dimasukan dalam wadah panas seperti kantung karet atau dengan koyo.

"Suhu panas akan memperbesar pembuluh darah sehingga dapat melancarkan peredaran darah di sekitar daerah tangan yang cedera. Hal ini akan membantu menyembukan cedera," terangnya.

Dan jika terjadi pembengkakan, cobalah untuk melakukan terapi dingin yaitu dengan es batu yang sudah dibungkus oleh kain. Es batu akan mengecilkan pembuluh darah sehingga mengurangi pembengkakan. inc

Kenali Beberapa "Penyakit Tangan" Ini

Tangan merupakan salah satu organ yang sangat membantu kerja fisik manusia, seperti memegang, menahan, dan memanipulasi. Selain itu, pada tangan juga ditemui banyak sekali saraf. Terbukti, hampir setengah dari area pada otak digunakan untuk mengatur saraf yang ada pada tangan.

Tak ayal, fungsi tangan pun menjadi sangat vital untuk menunjang kehidupan Anda. Keluhan pada tangan seperti pegal-pegal ataupun terkilir sebaiknya diberi perhatian serius, jika tidak mau berakibat fatal.

"Pegal-pegal, sakit, ataupun kaku pada tangan atau jari merupakan gejala yang sering dialami sekaligus disepelekan," ungkap dokter spesialis bedah ortopedi RS Premier Bintaro, Lukman Shebubakar, dalam acara bincang kesehatan bertajuk "Hand Trauma" di Jakarta.

Agar tidak salah menyikapi keluhan rasa sakit pada tangan, sebaiknya Anda mengenal beberapa gangguan dan keluhan yang menimpa tangan yang dipaparkan oleh Lukman berikut ini:

  1. Repetitive strain injury (RSI)
    RSI merupakan "cedera dari sistem muskuloskeletal dan saraf yang disebabkan oleh melakukan tugas yang berulang dengan pengerahan tenaga kuat, getaran, kompresi mekanik (menekan permukaan keras). RSI membuat adanya rasa nyeri pada bagian tangan yang terkena cedera.

    Jika mengalami RSI, maka sebaiknya Anda tidak melakukan pemijatan atau biasa dikenal dengan "urut" karena dapat mengakibatkan cedera menyebar. Sebaliknya, hal itu perlu diperiksakan kepada dokter ortopedi.

    "Untuk mengobatinya tentu perlu dilihat seberapa parah penyakitnya. Dapat dilakukan tindakan konservatif seperti pemberian terapi, ataupun tindakan operatif," ungkap Lukman.

  2. Trigger finger
    Trigger finger merupakan gangguan pada saraf yang dikenal juga dengan istilah "saraf kejepit". Pada penyakit ini terdapat tendon fleksor yang terkunci sehingga mengakibatkan rasa nyeri. Penyakit ini disebabkan oleh kesalahan posisi saat melakukan gerakan tertentu.

    Sama seperti RSI, sebaiknya Anda juga jangan memijatnya karena akan membahayakan keselamatan Anda sendiri. "Biasanya dilakukan tindakan operatif untuk hal ini. Berdasarkan pengalaman, fisioterapi biasanya belum bisa menyembuhkannya. Kalaupun iya, waktunya sangat lama, sedangkan operasi hanya sepuluh menit dan hasilnya optimal," kata Lukman.

  3. Carpal Tunnel syndrome (CTS)
    Carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal adalah cedera yang dialami saat terlalu banyak melakukan aktivitas jari seperti mengetik pada keyboard ataupun berolahraga. Yang membedakan penyakit ini dengan cedera lainnya adalah, ini hanya dialami oleh jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis.

    Carpal tunnel sejatinya merupakan saraf tengah yang membuat manusia dapat merasakan dan bergerak di bagian telapak tangan, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.

    "Tindakannya hampir sama, dapat dilakukan secara konservatif dan operatif," ungkap Lukman.

  4. Patah tulang
    Diakibatkan kecelakaan seperti terjatuh, dan ditandai dengan adanya rasa nyeri, patah tulang perlu pemeriksaan sinar-X untuk mengetahui adanya pergeseran tulang atau keretakan tulang. Untuk penyakit ini, Lukman juga menyarankan adanya tindakan operatif. kpc


[keluar]



Label: , , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda